Kebaya

Goes to UNESCO

Kami mengundang semua perempuan Indonesia dimanapun berada untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini.

home
Goes to UNESCO

Dukungan Terhadap
Kebaya

Dunia perlu mengetahui dan mengakui bahwa Kebaya adalah warisan budaya berbusana dari leluhur Nusantara yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Untuk itu perlu dimulai langkah-langkah untuk mendaftarkan Kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 78

Kriteria Kebaya

Yang perlu dipahami bahwa kebaya itu adalah busana daerah atau tradisional yang dipakai sebagai atasan. Untuk memperkuat kesan lokalitas dan feminitas, kebaya meati dipadukan dengan kain batik, tenun atau wastra jenis yang lainnya sebagai pakaian bawahannya.

Kedua, kebaya itu adalah model baju. Pilihan bahannya bisa brokat, sifon, beludru, katun, kaos, dan sebagainya. Jadi jangan rancu bahwa semua model baju atasan berbahan brokat dikatakan sebagai kebaya.

Ketiga, sebagai model baju, kebaya memiliki potongan yang standard (atau sering disebut dengan pakem). Yakni : bukaan depan, simetris kiri dan kanan, berlengan. Tidak bisa dipungkiri banyak modifikasi kebaya dengan berbagai versi, tapi setidaknya pakem ini dikenali terlebih dahulu.

kebaya berbeda dengan baju kurung dan baju bodo yang tidak memiliki bukaan depan.

Ada beberapa model kebaya yang saat ini dikenal masyarakat luas dan banyak dipakai oleh perempuan Indonesia tempo dulu yakni :

  • Kebaya Kartini: sesuai namanya kabaya ini sering dipakai ibu Kartini, pahlawan Nasional
  • Kebaya Kutubaru: model yang mirip dengan kebaya Kartini dengan tambahan bief atau kutubaru (kain kotak didepan dada) yang asal mulanya merupakan kemben yang terlihat di bagian dada
  • Kebaya Krancang: pada umumnya dikenal sebagai kebaya encim atau kebaya peranakan mendapat pengaruh dari perempuan peranakan Tionghoa. Pada umumnya berwarna cerah dan ada bordir di badan bagian depan serta ujung lengan.
  • Kebaya Noni/Nyonya: kebaya yang mendapat pengaruh noni/nyonya Belanda. Ciri khas dari kebaya ini ada renda yang dijahit di seputar leher, bukaan depan sampai melingkar ke bagian belakang. Selain itu juga renda menghiasi di bagian ujung lengan . Umumnya warna kebaya putih atau offwhite.
  • Selain kebaya yang sering digunakan tersebut di atas, ada beberapa jenis kebaya dengan kekhasan masing masing, misalnya kebaya Sunda dengan kerah tegak di belakang leher, kebaya betawi yang bermodel Kartini yang berwarnawarni dengan manset di ujung tangan, kebaya Ambon yang bermodel Kartini bermanset dan berwarna putih, kebaya Basiba dari Minang yang panjangnya sampai menutup dengkul, kebaya Bali dengan kutubaru tanpa kerah, dan sebagainya.

Dengan mengenal kebaya lebih baik, diharapkan kecintaan terhadap pemakaian kebaya pun semakin meningkat. Upaya-upaya memperkenalkan kebaya ke kaum muda perlu dilakukan sesering mungkin. Karena merekalah pewaris kebaya yang akan menjaga kelestarian kebaya di masa depan.

Artikel Kebaya

Anatomi Tropis: Menggugat Hilangnya Logika Iklim dalam Berbusana

Busana adalah dialog antara manusia, Tuhan, dan alam semesta. Namun, dalam hiruk-pikuk modernitas, sering
Selengkapnya

Kebaya dan Keniscayaan Evolusi: Menjaga Rasa, Melampaui Zaman

Seringkali saat melihat anak-anak muda indonesia memakai kebaya, kita melihat pemandangan yang
Selengkapnya

Lebih dari Sekadar Wujud: Identitas dalam Balutan Kebaya

Menjelajahi dunia bukan berarti meninggalkan jati diri di rumah. Sebaliknya, setiap langkah kaki kita di
Selengkapnya

Kami mengundang semua perempuan Indonesia dimanapun berada untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini

Sorotan Media

Kebangkitan Kebaya Janggan: “Zirah” Ketangguhan dari Sinema ke Realita

Industri kreatif sering kali menjadi jalan pulang bagi warisan budaya yang sempat terpinggirkan. Melalui
Selengkapnya

Bangga, Kebaya Indonesia Diiajukan ke UNESCO Sebagai Warisan Budaya

PERANCANG busana Didiet Maulana menyebutkan pengajuan kebaya sebagai warisan budaya ke Badan PBB untuk
Selengkapnya

Indonesia Resmi Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Bareng 4 Negara

KOMPAS.com – Indonesia resmi mendaftarkan kebaya ke UNESCO dalam bentuk joint nomination bersama
Selengkapnya
Untuk informasi lebih lanjut dan kerjasama Sponsorship, silahkan hubungi kontak dibawah ini:
0817 107 688

Alamat Redaksi:

Bandung
Melsa ISP

Paskal Hyper Square Blok C No.39-41, Jl. HOS. Tjokroaminoto No.25-27, Bandung, Jawa Barat 40181

Bandung
Yayasan Kebudayaan Rancage

Jl. Garut No.2, Kacapiring, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40271