Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Goes to UNESCO
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 8 January 2026

๐—•๐—น๐˜‚๐˜€๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐˜†๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฃ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ ๐—–๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ, ๐—ฆ๐—ถ๐˜๐˜‚๐˜€ ๐— ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐˜‚ ๐— ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ

Oleh: Amelya Nugroho S.Ikom, M.Ikom

โ€‹Banyak yang tanya, “๐ธ๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ÿ๐‘–๐‘๐‘’๐‘ก ๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘– ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘Ž๐‘  ๐‘™๐‘Ž๐‘”๐‘– ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ฃ๐‘’๐‘™๐‘–๐‘›๐‘”, ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘”๐‘– ๐‘˜๐‘’ ๐‘ ๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘  ๐‘ ๐‘’๐‘—๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Žโ„Ž?” Jawabannya: Sama sekali enggak! Malah rasanya spesial banget.

โ€‹Maret 2023 lalu, saya menyempatkan diri mampir ke Situs Arkeologi Cobรก di Semenanjung Yucatan, Meksiko, saat sedang menemani suami yang ada kegiatan bisnis di sana. Ini bukan kunjungan formal atau parade budaya, benar-benar cuma kunjungan wisata biasa. Tapi, saya memang memilih pakai kebaya.

โ€‹๐Š๐ž๐›๐š๐ฒ๐š: ๐ˆ๐๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ฌ ๐๐š๐ญ๐š๐ฌ

Mungkin kita sering menganggap kebaya hanya cocok untuk acara resmi atau berada di lingkungan yang sudah akrab dengan budaya kita. Namun, perjalanan ke Cobรก membuktikan bahwa kebaya adalah identitas yang mampu menembus batas geografis dan budaya.

โ€‹Maksud dari “menembus batas” di sini adalah bagaimana busana ini bisa tetap terasa relevan dan “nyambung” meskipun berada di belahan bumi yang berbeda. Kebaya memiliki daya adaptasi yang luar biasa; ia bisa terlihat anggun di sebuah acara formal, namun juga bisa tampil sangat fungsional dan menyatu dengan alam saat dipakai blusukan ke situs arkeologi di tengah hutan. Identitas kita sebagai perempuan Indonesia tidak hilang, justru semakin bersinar saat diletakkan di tengah keberagaman dunia.

โ€‹๐๐ž๐ซ๐›๐š๐ฎ๐ซ ๐“๐š๐ง๐ฉ๐š ๐‘๐š๐ฌ๐š ๐€๐ฌ๐ข๐ง๐ 

Satu hal yang bikin sangat terkesan adalah bagaimana masyarakat lokal di sana merespons. Meskipun berkostum yang  jelas beda banget dengan pakaian orang kebanyakan, saya merasa sangat nyaman.

โ€‹Masyarakat lokal di sekitar Cobรก tidak melihat saya dengan tatapan heran yang berlebihan. Sebaliknya, kami berbaur dengan sangat enak. Mungkin karena mereka sendiri punya tradisi kuat (seperti baju Huipil mereka yang juga berwarna putih), jadi mereka bisa merasakan kalau busana yang saya pakai ini adalah sesuatu yang berharga. Ada rasa saling hormat yang muncul meski tanpa kata-kata.

Ketika  menggunakan kebaya putih (seperti yang saya gunakan saat itu), secara visual kita memancarkan “energi” yang sama dengan perempuan lokal yang menjaga tradisi mereka.

โ€‹Mungkin bagi mereka, melihat perempuan menggunakan busana tradisional yang rapi dan sopan adalah bentuk kehormatan, bukan keanehan.

โ€‹๐“๐ข๐ฉ๐ฌ ๐Š๐ž๐›๐š๐ฒ๐š ๐›๐ฎ๐š๐ญ “๐๐ฅ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ค๐š๐ง”:

Buat teman-teman yang ingin coba berkebaya saat jalan-jalan, ini sedikit tips dari saya:

– โ€‹Pilih Bahan yang Adem: Saya pakai kebaya putih berbahan ringan supaya tetap nyaman di cuaca tropis Yucatan yang lumayan lembap.

– โ€‹Padu Padan Santai: Saya pasangkan kebaya dengan celana panjang motif kain yang longgar dan sepatu yang nyaman (plus topi!). Tetap modis, tapi bebas bergerak naik-turun tangga batu.

– โ€‹Percaya Diri: Saat kita merasa nyaman dan bangga dengan apa yang kita pakai, dunia pun akan merespons dengan positif.

โ€‹kebaya itu memang luwes. Ia tidak hanya menjadi penjaga tradisi di tanah air, tapi juga menjadi duta identitas yang elegan saat kita bawa melanglang buana.

Popular

  • Sambut Hari Kartini, Puluhan Buruh Gendong Fashion Show Berkebaya di Pasar Beringharjo
  • KSP apresiasi antusiasme komunitas dukung Kebaya Goes to UNESCO
  • Dian Sastrowardoyo Gaungkan Kampanye Kebaya Goes To UNESCO
  • Tinuk Suhartini MG adalah Semangat Berkebaya dan Pelestari Budaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022