Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Goes to UNESCO
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 8 January 2026

๐—ฃ๐—ฒ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ “๐—ž๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐—ถ” ๐—•๐—ฎ๐—น๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜: ๐—ฆ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ก๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—”๐˜‚๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ

Oleh : Amelya Nugroho S.Ikom, M.Ikom

โ€‹Saat singgah di Melbourne, mengenakan kebaya sudah menjadi bagian dari keseharian yang menyenangkan. Di kota yang sangat multikultural seperti Melbourne, melihat seseorang memakai kebaya bukan lagi hal yang asing. Penduduk lokal di sana sepertinya sudah hafalโ€”begitu melihat siluet kebaya yang anggun, mereka langsung tahu: “Itu pasti orang Indonesia.” Ada rasa bangga tersendiri saat identitas kita dikenali dengan begitu positif.

โ€‹Namun, cerita yang paling berkesan justru terjadi saat pada suatu hari melakukan perjalanan ‘day trip’ dari Melbourne menuju Ballarat, sebuah kota bersejarah yang terletak sekitar 110 kilometer di sebelah barat laut Melbourne.

โ€‹๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐๐š๐ฅ๐ฅ๐š๐ซ๐š๐ญ: ๐๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐ฅ๐š๐ง๐š๐ง ๐Š๐ž๐ซ๐ž๐ญ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ž๐ซ๐ค๐ž๐ฌ๐š๐ง

Menempuh perjalanan ke Ballarat dari pusat kota Melbourne sebenarnya sangat mudah dan menyenangkan. Waktu itu, saya memilih menggunakan transportasi publik. Saya naik kereta api lokal (V/Line) dari Stasiun Southern Cross di Melbourne. Perjalanannya memakan waktu sekitar 1,5 jam, melewati pemandangan padang rumput dan perbukitan Victoria yang indah.

โ€‹Sesampainya di Stasiun Ballarat, petualangan berlanjut dengan naik bus lokal yang terintegrasi untuk menuju lokasi museum terbuka Sovereign Hill. Perjalanan singkat dengan bus ini langsung membawa saya seolah menembus lorong waktu.

โ€‹๐Š๐ž๐›๐š๐ฒ๐š ๐Ž๐ซ๐š๐ง๐ฒ๐ž ๐๐ข ๐“๐ž๐ง๐ ๐š๐ก “๐Š๐จ๐ญ๐š ๐“๐ฎ๐š” ๐Ÿ๐Ÿ–๐Ÿ“๐ŸŽ-๐š๐ง

Sovereign Hill adalah museum terbuka yang menghidupkan kembali suasana kota tambang emas zaman dulu (era Gold Rush). Bayangkan saja, saya berjalan di atas tanah berdebu, di antara bangunan kayu bergaya Victoria, kereta kuda yang berlalu-lalang, dan orang-orang yang berlalu-lalang dengan kostum ala abad ke-19.

โ€‹Di tengah suasana yang sangat “Barat” dan klasik itu, saya hadir mengenakan Kebaya berwarna oranye cerah. Warna ini sengaja dipilih agar memberikan energi yang kontras dengan latar belakang kota tambang yang cenderung berwarna cokelat dan putih kusam.

โ€‹๐“๐š๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฅ ๐๐ž๐๐ž ๐€๐›๐ข๐ฌ ๐๐ข ๐ƒ๐ž๐ฉ๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐๐ฎ๐๐ฎ๐ค ๐‹๐จ๐ค๐š๐ฅ

Berbeda dengan Melbourne yang sudah biasa melihat kebaya, di Ballarat kehadiran saya sempat memicu rasa surprise bagi pengunjung dan staf museum di sana. Mereka melihat sebuah busana yang sangat berbeda, asing bagi sejarah lokal mereka, namun terlihat sangat rapi dan berkarakter.

โ€‹Kuncinya? Tampil Pede Abis! Meskipun saya merasa menjadi pusat perhatian, saya tetap melangkah dengan mantap. Saya sadar bahwa saat itu saya bukan sekadar turis, tapi sedang membawa wajah Indonesia. Respon mereka luar biasa; ada rasa respek yang terpancar dari tatapan dan senyum mereka. Ternyata, ketika kita menghargai dan bangga dengan busana yang kita pakai, orang lain pun akan memberikan penghormatan yang sama.

โ€‹๐Š๐ž๐›๐š๐ฒ๐š: ๐ˆ๐๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐‹๐ฎ๐ฐ๐ž๐ฌ ๐๐ข ๐Œ๐š๐ง๐š ๐’๐š๐ฃ๐š

Perjalanan ke Ballarat ini kembali membuktikan bahwa kebaya itu sangat fleksibel. Ia tidak hanya cocok untuk acara formal di dalam gedung, tapi juga terlihat “nyeni” dan berani saat diajak menyusuri jalanan kota tua di Australia.

โ€‹Pesan saya untuk teman-teman dan para emak-emak hebat: jangan pernah ragu untuk berkebaya di mana pun kita berada. Kebaya adalah “paspor visual” kita. Ia adalah cara paling elegan untuk memperkenalkan Indonesia tanpa perlu banyak bicara. Selama kita percaya diri, kebaya akan selalu menemukan cara untuk membuat kita bersinar, bahkan di sebuah kota koboi di ujung Australia sekalipun!

Popular

  • Sambut Hari Kartini, Puluhan Buruh Gendong Fashion Show Berkebaya di Pasar Beringharjo
  • KSP apresiasi antusiasme komunitas dukung Kebaya Goes to UNESCO
  • Dian Sastrowardoyo Gaungkan Kampanye Kebaya Goes To UNESCO
  • Tinuk Suhartini MG adalah Semangat Berkebaya dan Pelestari Budaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022