Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Goes to UNESCO
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 8 January 2026

๐—ฆ๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ž๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ “๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ” ๐—ฑ๐—ถ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต ๐—ฆ๐—ถ๐—บ๐—ณ๐—ผ๐—ป๐—ถ ๐—ž๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ธ ๐—–๐—ฎ๐—ณ๐—ณ๐—ฒฬ€ ๐—™๐—น๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฉ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ

Oleh: Amelya Nugroho S.Ikom, M.Ikom

๐‘†๐‘–๐‘Ž๐‘๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘ข๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐‘˜๐‘’ ๐‘”๐‘’๐‘‘๐‘ข๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘Ž๐‘›? ๐ท๐‘– ๐‘‰๐‘’๐‘›๐‘’๐‘ ๐‘–๐‘Ž ๐‘๐‘ข๐‘›, ๐พ๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐พ๐‘ข๐‘ก๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘”!

โ€‹Pernah terbayang nggak sih, pakai kebaya lengkap dengan kain jarik di tengah alun-alun paling ikonik di Eropa? Itulah yang terjadi tiga tahun lalu di Piazza San Marco, Venesia. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi membawa sepotong identitas Indonesia ke jantung sejarah Italia.

โ€‹๐Š๐ž๐ญ๐ž๐ฆ๐ฎ “๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ซ๐š๐ง” ๐’๐ž๐ฃ๐š๐ซ๐š๐ก ๐๐ข ๐‚๐š๐Ÿ๐Ÿ๐žฬ€ ๐…๐ฅ๐จ๐ซ๐ข๐š๐ง

Langkah kaki saya terhenti di depan Caffรจ Florian. Buat yang belum tahu, ini adalah kafe tertua di Italia yang sudah berdiri sejak tahun 1720! Saat berdiri di depan pintunya yang bergaya Neo-Baroque klasik, saya merasa ada koneksi instan. Kebaya Kutubaru warna magenta yang saya pakai terasa “klik” dengan nuansa kayu ukir dan sejarah kafe tersebut.

โ€‹Kalau kafe ini adalah saksi bisu sejarah Venesia selama 300 tahun, kebaya yang saya pakai adalah saksi bisu perjalanan panjang budaya kita. Dua-duanya sama-sama klasik, sama-sama punya cerita.

โ€‹๐ƒ๐ข๐๐š๐ฎ๐ฅ๐š๐ญ ๐Œ๐ž๐ง๐š๐ซ๐ข ๐’๐ฉ๐จ๐ง๐ญ๐š๐ง ๐๐ข ๐ƒ๐ž๐ฉ๐š๐ง ๐Ž๐ซ๐ค๐ž๐ฌ๐ญ๐ซ๐š

Kejutan paling seru terjadi saat orkestra kafe mulai memainkan musik klasik Eropa. Entah karena warna kebaya yang mencolok atau energi yang terbawa, sekelompok pengunjung justru mendaulat saya untuk menari di tengah-tengah mereka!

โ€‹Meski musiknya adalah musik klasik Barat, tubuh saya refleks bergerak mengikuti irama. Tanpa pakem kaku, saya menari secara spontan. Tangan yang berusaha gemulai dan langkah kaki yang terjaga karena kain jarik, ternyata masuk banget dengan alunan musik simfoni di sana.

โ€‹๐‘๐ž๐ฌ๐ฉ๐จ๐ง๐ง๐ฒ๐š? ๐‹๐ฎ๐š๐ซ ๐๐ข๐š๐ฌ๐š!

Banyak mata yang tertuju ke arah saya. Ada rasa bangga luar biasa saat melihat turis dari berbagai negara tersenyum dan memberikan apresiasi. Ternyata, kebaya bukan cuma soal “pakaian kondangan”, tapi adalah bahasa universal yang bisa diterima siapa saja.

โ€‹๐๐ž๐ฌ๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐Š๐ข๐ญ๐š ๐’๐ž๐ฆ๐ฎ๐š

Buat adik-adik generasi muda dan para sahabat emak-emak, jangan pernah ragu untuk pakai kebaya di mana pun kita berada. Kebaya itu luwes, bisa menyesuaikan tempat, dan punya daya magis yang bikin kita terlihat berbeda (dalam arti positif) di tengah keramaian.

โ€‹Lewat sepotong kebaya, kita nggak cuma tampil cantik, tapi kita sedang bercerita pada dunia tentang siapa kita.

โ€‹๐‘†๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐‘๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž, ๐‘ ๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž!

Popular

  • Sambut Hari Kartini, Puluhan Buruh Gendong Fashion Show Berkebaya di Pasar Beringharjo
  • KSP apresiasi antusiasme komunitas dukung Kebaya Goes to UNESCO
  • Dian Sastrowardoyo Gaungkan Kampanye Kebaya Goes To UNESCO
  • Tinuk Suhartini MG adalah Semangat Berkebaya dan Pelestari Budaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022