Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Berdansa
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 29 July 2022

Dian Sastro Berjuang Agar Kebaya Diakui UNESCO

JawaPos.com – Kebaya yang sudah ada sejak ratusan tahun silam dan menjadi ciri khas sekaligus identitas bangsa Indonesia akan diajukan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Dian Sastrowardoyo memberikan dukungan penuh usulan ini untuk memperlihatkan harga diri bangsa di pentas dunia.

Dian Sastro pun mengkampanyekan agar kebaya tidak hanya menjadi pakaian formal atau event tertentu saja seperti acara pernikahan dan lamaran. Kebaya seharusnya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kebanggaan akan budaya bangsa.

“Pakai kebaya dengan mempadu-padankan dengan celana jeans, hijab, atau mungkin jaket kulit ya monggo. Kita harus bisa mencocokkannya sehingga baju nasional kita benar-benar menjadi kebanggaan kita semua,” kata Dian Sastro di bilangan Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (29/7).

Dian Sastro sendiri berusaha menggunakan kebaya untuk aktivitas sehari-hari ketika bekerja di kantor. Tentu saja model kebaya yang digunakan Dian Sastro yang sesuai digunakan sehari-hari. Bintang film Ada Apa Dengan Cinta ? itu merasa bangga menggunakan kebaya dan dilihat oleh orang lain terutama ketika berada di luar negeri.

Menurut Dian Sastro, dengan menggunakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya sudah dilakukan oleh sejumlah orang. Salah satunya biasa dilakukan sutradara Kamila Andini.

“Dia ke lokasi syuting selalu pakai kebaya. Bangga ada orang yang melakukan hal itu,” kata Dian Sastro.

Meita Pratiwi, Deputi Pengembangan Usaha, Kerjasama dan Pemasaran PANDI mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan lebih 50 lembaga atau komunitas untuk mengkampanyekan penggunakan kebaya sehari-hari. Dia pun berharap masyarakat dapat membuat foto mempadu-pandankan kebaya dengan jenis pakaian lain untuk menunjukkan betapa betapa kerennya kebaya.

Foto-foto itu nantinya dapat dikirimkan dan akan diposting di website tradisikebaya. Foto-foto tersebut nantinya akan dijadikan bukti untuk mempermudah pendaftaran kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Gerakan ini akan dimulai sejak tanggal 9 Agustus 2022 sampai dengan 9 desember 2022 mendatang.

“Kalian bisa ikut serta dalam menyemarakkan gerakan kebaya goes to UNESCO dengan cara foto memakai kebaya lalu mengunggahnya pada website tradisikebaya.id. Harapannya, kebaya bisa diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia,” katanya.

Sumber: Jawapos.com

Popular

  • 𝗞𝗲𝗯𝗮𝘆𝗮: 𝗣𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗘𝘀𝘁𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗶𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗝𝗮𝗵𝗶𝘁𝗮𝗻
  • Komunitas Pelestari Kebaya Gelar Diskusi untuk Samakan Visi dan Misi
  • 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗡𝗮𝗺𝗮, 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂 𝗚𝗮𝘆𝗮: 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗹 𝗣𝗲𝘁𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮
  • Kebaya, WBTB dan UNESCO

© Kebaya Goes to UNESCO 2022