Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Berdansa
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 30 June 2022

Ganjar Pranowo: Saya Sedih Juga…

jpnn.com, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai kebaya merupakan salah satu kekuatan dan kultur produk seni budaya bangsa yang harus dipelihara. Bukan hanya dipakai saat momen tertentu.

“Saya sedih juga, karena kebaya ini bagus banget tetapi makin hari kian ke sini pakaian adat kita tidak mendapatkan ruang yang bagus,” kata Ganjar Pranowo dalam Kongres Berkebaya Nasional (KBN) 2021 secara virtual, Senin (5/4).

Menurutnya, kebaya seharusnya bukan hanya dipakai saat pernikahan atau acara tertentu saja tetapi bisa juga dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan memakai kebaya sehari dalam seminggu di perkantoran atau gedung pemerintahan. “Misalnya di Jawa Tengah, saya buat surat edaran agar setiap hari Kamis kita (pegawai di Pemprov Jateng) pakai bahasa Jawa,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sehari masyarakat dibiasakan berbahasa daerah maka ini akan menjadi bahasa Ibu. Itu karena, bahasa adalah kekayaan di nusantara yang juga harus dilestarikan, seperti juga kebaya.

“Nah, ini kebaya, kemudian baju adat bagaimana kita atur agar pelayan publik atau aparatur sipil negara misalnya hari Senin pakai baju dinas, kemudian hari lainnya memakai pakaian adat atau pakaian kasual,” ucapnya. Ganjar mengaku pernah bertanya kepada generasi milenial terkait pendapat mereka soal pakaian dinas gubernur, bupati, wali jota dan aparatur sipil negara (ASN).

Mereka ditanya lebih menyukai yang mana. Apakah pakaian dinas seperti yang biasa dipakai, apakah celana jin dan kaus oblong, batik atau pakai baju safari.

“Ternyata anak-anak sekarang lebih suka kalau saya itu pakai celana jin, jaket dan kaos oblong. Kata mereka, yang penting pelayanan. Itulah yang saya bilang sebagai kasual birokrasi,” ujarnya.

Birokrasi itu, lanjutnya, yang penting substansinya, bukan bajunya. Di sisi lain, dengan berkembangnya budaya berkebaya di nusantara maka akan membawa manfaat bagi ekonomi.

Usaha UMKM akan berkembang karena mereka akan mendesain dan memproduksi baju-baju kebaya yang bagus serta indah.

Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah melalui kementerian Koperasi dan UKM yang menetapkan fashion sebagai peluang usaha prioritas, untuk ditingkatkan kelasnya. Kebaya menjadi salah satu target fashion yang akan dikembangkan.

“Persoalannya kini perlu keahlian khusus dalam mengembangkan dan memodifikasinya tanpa meninggalkan pakem dasar sebuah desain bernama kebaya,” tandasnya. (esy/jpnn)

Sumber: JPNN.com

Popular

  • KBN 2021 Dorong Penetapan Hari Berkebaya Nasional
  • Ajak Wanita Indonesia Pakai Kebaya, Dian Sastro: Jangan Sampai Diklaim Negara Lain
  • 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗻𝘂𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮: 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗣𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗨𝗡𝗘𝗦𝗖𝗢
  • Ini 5 Rekomendasi Kongres Berkebaya Nasional 2021

© Kebaya Goes to UNESCO 2022