Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Berdansa
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 7 July 2022

Tinuk Suhartini MG adalah Semangat Berkebaya dan Pelestari Budaya

VARTADIY.com, YOGYA – Sosok Tinuk Suhartini MG tak pernah mengenal lelah dalam kegiatan yang memiliki nilai-nilai budaya lokal.

Semangatnya berkebudayaan selalu membara, bahkan Tinuk aktif dalam mengurus organisasi yang ditelateninya dan “dihidupkan” agar bisa tumbuh dan berkembang.

Salah satu aktivitas organisasi yang Tinuk Suhartini lakukan hingga kini adalah komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia – Yogyakarta. Komunitas ini berdiri pada Oktober 2015.

Komunitas yang dipimpinnya mempuyai misi melestarikan budaya Indonesia, dan bervisi mengangkat kebaya sebagai busana keseharian perempuan Indonesia.

‘Hingga kini lebih dari 50 orang perempuan telah menjadi
anggota aktif di komunitas ini,” ujar Tinuk yang menjadi ketua komunitas tersebut, Sabtu (14 Mei 2022).

Menurutnya, anggota komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia tidak terbatas usia maupun latar belakang. “Yang menyatukan adalah kecintaan terhadap pelestarian kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia,” tegas Tinuk.

Dikatakan, sebagai perwujudan cinta dan upaya pelestarian budaya Indonesia, maka Perempuan Berkebaya Indonesia – Yogyakarta menggelar kegiatan yang mengajak para perempuan untuk belajar bersanggul dan menari bersama.

Kegiatan diadakan di halaman Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu (14 Mei 2022) pukul 14.00 wib – 18.00. Acara menyuguhkan acara peragaan busana yang dilakukan oleh anggota komunitas.

Dalam acara tersebut juga ada aksi seni tari yang merupakan tari kreasi milik Perempuan Berkebaya Indonesia – Yogyakarta.

“Selain menari bersama, peserta diajak untuk belajar memakai Sanggul Cepol terlebih dahulu,” ujar Tinuk.

Kegiatan bertajuk “Kebaya Menari” adalah kolaborasi dari Padepokan Seni Omah Cangkem dan Perempuan Berkebaya Indonesia – Yogyakarta. Lagu yang berjudul Kucinta Indonesia adalah ciptaan Pardiman Djoyonegoro, pemilik Padepokan.

“Sedangkan tariannya adalah hasil
ciptaan koreografer ternama Pak Anter Asmorotejo,” tambah Tinuk.

Peserta tari dan sanggul berasal dari seluruh lapisan masyarakat dengan rentang usia 12 tahun hingga hampir 70 tahun. Bahkan beberapa buruh gendong Pasar Beringharjo pun turut serta.

Di akhir acara dipilih beberapa tampilan sebagai juara. Seperti Penampilan
Terbaik, Sanggul Terbaik, Penampilan Terunik, Penari Terheboh, Peserta Termuda dan Peserta
Tertua.

Tinuk Suhartini MG adalah figur bersemangat kebaya, dan semangat pelestari budaya.

Sumber: inijogja.net

Popular

  • Iriana Ajak Perempuan Indonesia Kenakan Kebaya dalam Kegiatan Sehari-hari
  • 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗔𝗳𝗿𝗶𝗸𝗮: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗚𝗮𝗿𝗶𝘀 E𝗾𝘂𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗚𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗡𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮
  • Kebaya Janggan
  • H.R. Rasuna Said: Singa Betina yang Melawan dengan Pena, Orasi, dan Kebaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022