Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Berdansa
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 28 June 2022

Tien Soeharto

Kebaya, Sanggul dan Batik
Oleh: Nury Sybli

Nama Tien Soeharto terpancang jelas dalam sejarah busana nasional Indonesia. Di setiap acara Tien Soeharto selalu mengenakan kebaya klasik dan batik, lengkap dengan sanggul yang diberi aksen melati dan tusuk konde. Kebaya yang digunakannya tidak menggunakan payet maupun bordir, ia memilih kebaya sederhana berbahan sifon, satin, bludru, juga brokat dengan motif dan aksen bunga.

Tien Soeharto, demikian sapaannya lahir di Surakarta, 23 Agustus 1923. Nama lengkapnya RA Fatimah Siti Hartinah, anak kedua dari 10 bersaudara pasangan KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo, salah satu kerabat keraton Surakarta, dan istri Presiden Soeharto.

Tien selalu menunjukkan kepiawaiannya dalam berbusana. Dengan gayanya yang luwes dan cepat beradaptasi, membuatnya menonjol dan selalu tampak anggun.

Kebaya yang setia menemani hari-harinya adalah kebaya berjenis kutubaru. Tien memakai kebaya saat menjamu tamu istana, kunjungan kenegaraan, sosialisasi ke masyarakat, dan banyak kegiatan lain yang dihadiri Tien dengan balutan kain batik.

Sebenarnya gaya berbusana Tien termasuk sangat umum dan biasa dipakai oleh semua wanita Indonesia dari berbagai kelas sosial di masanya. Padanannya kebaya tanpa corak, selendang, sandal 2-3 cm, jarik yang dipakaikan wiron, kacamata, lontorso, sanggul, dan tusuk konde.

Konsistensi Tien dalam berkebaya di banyak kesempatan semasa hidupnya bisa dikatakan satu-satunya ibu negara yang setia pada pakaian tradisi Jawa (kebaya, batik dan sanggul). Memang upaya Tien menjaga kebaya patut diacungi jempol.

Popular

  • Iriana Ajak Perempuan Indonesia Kenakan Kebaya dalam Kegiatan Sehari-hari
  • 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗔𝗳𝗿𝗶𝗸𝗮: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗚𝗮𝗿𝗶𝘀 E𝗾𝘂𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗚𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗡𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮
  • Kebaya Janggan
  • H.R. Rasuna Said: Singa Betina yang Melawan dengan Pena, Orasi, dan Kebaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022