Kebaya Goes to UNESCO Kebaya Goes to UNESCO
  • Tentang Kami
    • Tentang Tradisikebaya.id
    • Redaksi
  • Sosok Berkebaya
  • Serba-Serbi
    • Serba-Serbi Kebaya
    • Busana Tradisional
  • Berita
    • Artikel
    • Sorotan Media
    • Video
  • Galeri
    • Kebaya Goes to UNESCO
    • Galeri Kegiatan
    • Lenggang Bali Pertiwi
  • Referensi
  • Dukungan
  • 8 January 2026

๐—ฃ๐—ฒ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐—”๐—ณ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ: ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ E๐—พ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—š๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ก๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ

Oleh : Amelya Nugroho S.Ikom, M.IKom

โ€‹Tahun baru 2025 menjadi momen yang tidak akan saya lupakan. Saya dan suami waktu itu memutuskan untuk menjelajahi Kenya, sebuah negeri yang eksotis dengan lanskap alam yang liar namun menawan. Dalam koper perjalanan saya, selain pakaian lapangan, terselip dua potong kebaya kesayangan: Kebaya Kartini dan Kebaya Janggan, keduanya berbahan beludru.

๐๐ž๐ซ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ข ๐“๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐๐จ๐ฅ ๐ƒ๐ž๐ซ๐š๐ฃ๐š๐ญ: ๐„๐ช๐ฎ๐š๐ญ๐จ๐ซ ๐Œ๐จ๐ ๐จ๐ญ๐ข๐จ

Destinasi pertama yang saya abadikan dengan kebaya adalah penanda Garis Equator di Mogotio. Berdiri tepat di garis tengah bumi ini rasanya magis. Saya memilih Kebaya Kartini Beludru Hitam yang klasik.

โ€‹Kenapa beludru? Meskipun matahari khatulistiwa bersinar terik, angin di dataran tinggi Kenya seringkali terasa sejuk. Bahan beludru memberikan perlindungan sekaligus kesan mewah yang sangat kontras dengan latar belakang papan kuning khas Equator. Dengan paduan celana panjang hitam dan topi, saya ingin menunjukkan bahwa identitas Indonesia bisa berdiri tegak dan elegan di titik mana pun di bumi ini.

โ€‹๐Š๐ž๐ญ๐š๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ก๐š๐ง ๐๐ข ๐‡๐ž๐ฅ๐ฅโ€™๐ฌ ๐†๐š๐ญ๐ž ๐๐š๐ญ๐ข๐จ๐ง๐š๐ฅ ๐๐š๐ซ๐ค

Petualangan berlanjut ke Hellโ€™s Gate National Park, tepatnya di Elsa Gate. Nama tempat ini mungkin terdengar seram, tapi pemandangannya luar biasa indah dengan tebing-tebing tinggi yang dramatis. Di sini, saya mengganti gaya dengan Kebaya Janggan Beludru Biru.

โ€‹Kebaya Janggan dengan kerah tingginya yang khas memberikan aura “pejuang”. Potongannya yang tegas sangat serasi dengan semangat petualangan di taman nasional ini. Dipadukan dengan celana putih, gaya saya jadi terlihat ๐‘ ๐‘Ž๐‘“๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–-๐‘โ„Ž๐‘–๐‘ namun tetap kental dengan akar Nusantara. Di tengah hiruk pikuk wisatawan dan petugas taman nasional, kebaya saya justru menjadi magnet perhatian yang positif.

โ€‹๐Š๐ž๐›๐š๐ฒ๐š ๐ข๐ญ๐ฎ ๐‹๐ฎ๐ฐ๐ž๐ฌ ๐๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ฌ ๐๐š๐ญ๐š๐ฌ

Mungkin ada yang bertanya, “๐ด๐‘๐‘Ž ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ÿ๐‘–๐‘๐‘’๐‘ก?” Jujur saja, selama kunjungan ke Equator, Hell’s Gate, hingga Danau Nakuru dan Danau Naivasha, saya merasa sangat nyaman. Kuncinya ada pada padu padan. Dengan bawahan celana panjang dan sepatu yang tepat, kebaya tidak menghalangi gerak saya sama sekali.

โ€‹Memang, saat kami lanjut ke Maasai Mara dengan medan padang sabana yang sangat keras dan berdebu, saya memilih memakai kaos biasa demi keamanan teknis. Namun, momen-momen berkebaya di tempat-tempat ikonik Kenya lainnya memberikan kepuasan batin tersendiri.

โ€‹Untuk teman-teman dan para emak-emak hebat, jangan pernah ragu membawa identitas kita saat melangkah ke luar negeri. Kebaya itu luwes. Ia bisa diajak masuk ke kafe paling mewah di Eropa, tapi juga tidak canggung diajak menapakkan kaki di tanah Afrika yang menantang.

โ€‹Lewat sepotong kebaya, kita tidak hanya membawa kain, tapi membawa martabat dan cerita tentang Indonesia ke seluruh dunia.

Popular

  • Sambut Hari Kartini, Puluhan Buruh Gendong Fashion Show Berkebaya di Pasar Beringharjo
  • KSP apresiasi antusiasme komunitas dukung Kebaya Goes to UNESCO
  • Dian Sastrowardoyo Gaungkan Kampanye Kebaya Goes To UNESCO
  • Tinuk Suhartini MG adalah Semangat Berkebaya dan Pelestari Budaya

© Kebaya Goes to UNESCO 2022